Bekal Sehat Jelang Ramadhan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bekal Sehat Jelang Ramadhan

Bekal Sehat Jelang Ramadhan
Foto Bekal Sehat Jelang Ramadhan

Oleh Teuku Yusriadi

RAMADHAN 1438 H akan segera tiba. Selain menyiapkan mental untuk memperbanyak ibadah, kita perlu mempersiapkan kesehatan fisik agar mampu beradaptasi selama berpuasa sebulan penuh. Organ tubuh kita selama puasa itu berbenah. Sistem pencernaan bekerja minimal, tidak melakukan sistem metabolisme sekitar 15 jam. Saat berbenah itulah, tubuh melakukan proses pembuangan racun (detoksifikasi), sehingga dapat menambah kebugaran dan menyehatkan organ-organ dalam tubuh.

Puasa dalam Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasa bekerja mencerna makanan dalam periode waktu tertentu. Para ahli kedokteran sejak zaman dulu berusaha mengungkap manfaat puasa untuk kesehatan, bahkan menjadikan puasa sebagai pengobatan berbagai macam penyakit. Saat ini banyak penelitian telah membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan, salah satunya kesehatan saluran cerna.

Tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah untuk mengatasi kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal. Mekanisme ini disebut homeostasis. Contohnya dalam keadaan puasa selama 15-16 jam tubuh tidak mendapat suplai makanan, namun tetap dapat bertahan. Mengapa? Hal ini disebabkan karena tubuh memiliki simpanan cadangan energi dalam bentuk karbohidrat dan lemak.

Sebagai ilustrasi, bila makan sahur kita lakukan pada pukul 04.00 pagi, maka diperkirakan pukul 12.00 siang makanan tersebut akan selesai dicerna. Dari pukul 12.00 sampai dengan berbuka puasa kurang lebih 6-7 jam jaraknya, tubuh akan menggunakan cadangan energi di dalam tubuh untuk proses metabolisme tersebut. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi sakit karena adanya mekanisme alamiah di dalam tubuh.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses cerna sekitar 8 jam, yaitu 4 jam di lambung dan 4 jam kemudian dicerna diusus halus. Selama proses pencernaan di dalam lambung, makanan akan berubah wujud seperti bubur dengan tingkat keasaman tertentu, selanjutnya diserap dan disaring dalam usus halus sampai dalam bentuk molekular yang amat halus/lembut yang disebut sebagai sari makanan. Pada usus halus sari makanan yang mengandung zat gizi ini masuk ke pembuluh darah untuk selanjutnya disuplai ke seluruh tubuh. Usus menyerap nutrisi, protein, karbohidrat, dan mineral untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Tubuh manusia ibarat mesin, dimana organ-organ pencernaan perlu diservis dan dibersihkan. Satu hadis Nabi Muhammad saw menyebutkan, “Berpuasalah kamu supaya sehat.”

Seperti diketahui, manusia dapat bertahan hidup selama dua minggu tanpa makan sama sekali asal tetap minum. Namun, bila tidak minum sama sekali orang hanya hanya dapat bertahan selama seminggu. Ini merupakan suatu hal penting bahwa makan dan minum merupakan kebutuhan dasar manusia. Akan tetapi, kebutuhan ini diharapkan juga tidak terlupakan atau terabaikan begitu saja ketika berpuasa.

Selalu segar-bugar
Kewajiban berpuasa yang diikuti dengan aktivitas menahan lapar dan dahaga, semestinya tidak membuat kita bermalas-malasan selama Ramadhan. Justru sebaliknya kita harus dapat menyiasati bagaimana caranya agar tubuh kita dapat selalu segar dan bugar.

Adapun kiat-kiatnya yaitu: Pertama, perbanyak konsumsi air putih. Minum air putih secara teratur dan cukup porsinya, yaitu 8 gelas setiap hari harus dipenuhi, terutama selama Ramadan. Hal itu dikarenakan kita akan kekurangan banyak cairan ketika berpuasa selama sehari penuh pada bulan Ramadan. Jumlah air yang dikonsumsi, yaitu 2 gelas ketika berbuka puasa, 4 gelas setelah tarawih sampai sebelum tidur, dan 2 gelas ketika sahur. Dengan demikian kebutuhan air akan dapat terpenuhi meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

Kedua, selektif makanan sahur dan berbuka. Ketika saatnya berbuka puasa, hendaknya kita mengonsumsi makanan manis seperti kurma karena kandungan glukosa dalam buah kurma dapat mengembalikan energi yang hilang dengan cepat. Akan tetapi, sebaiknya jumlah gula yang kita serap oleh tubuh tidak berlebihan karena akan mengganggu lambung dalam mencerna zat makanan yang lain. Selain itu, jangan langsung mengonsumsi makanan berat. Tundalah sampai setelah salat tarawih agar lambung dapat bekerja secara bertahap setelah seharian penuh tidak mencerna makanan sama sekali.

Ketiga, konsumsi buah dan sayur. Sayur dan buah mengandung serat yang tinggi serta kaya akan vitamin dan mineral. Mengonsumsi jenis makanan ini ketika berbuka puasa atau sahur dapat membantu menambah kesegaran dan kebugaran tubuh serta membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh kita.

Keempat, konsumsi suplemen makanan. Mengonsumsi suplemen makanan (madu) secara teratur sangat baik untuk kesehatan terutama ketika Ramadhan, karena dapat menjaga stamina dan meningkatkan antioksidan, sehingga dapat menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh kita.

Dan, kelima, olahraga yang cukup dan teratur. Menjalankan ibadah puasa tidak berarti kita menghentikan semua aktivitas olahraga yang rutin kita lakukan. Kita tetap dapat melakukan olahraga selama bulan puasa, seperti jogging selama 30 menit menjelang berbuka. Hindari melakukan olahraga berat yang akan membuat tubuh kita kehilangan banyak energi selama menjalankan ibadah puasa.

Tidak diragukan lagi bahwa puasa dan kesehatan memiliki kaitan satu sama lain. Dari segi kesehatan, berpuasa bukan hanya sekadar aktivitas keagamaan yang wajib dilaksanakan setiap Muslim. Namun, lebih dari itu, puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Selamat berpuasa!

* dr. Teuku Yusriadi, Sp.BA., praktisi kesehatan, pengurus BKM Al Hidayah Gp. Peurada, Kec. Syiah Kuala, Banda Aceh. Email: [email protected] (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id