Jelang Puasa, Kapal Feri Harus Siaga Penuh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jelang Puasa, Kapal Feri Harus Siaga Penuh

Jelang Puasa, Kapal Feri Harus Siaga Penuh
Foto Jelang Puasa, Kapal Feri Harus Siaga Penuh

Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin mewartakan, ratusan calon penumpang Kapal Motor Penyeberangan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (KMP BRR) tertunda keberangkatannya hingga tiga jam pada Sabtu, 20 Mei. Sedianya, kapal feri jenis roll on-roll off (ro-ro) itu bertolak pukul 11.00 WIB dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan Sabang.

Tapi dalam kenyataannya, para penumpang, termasuk kendaraan (mobil dan sepeda motor), maupun aneka barang, terutama sembako, baru bisa diangkut pukul 14.00 WIB. Penyebab utamanya, kapal berkapasitas 350 penumpang itu mengalami kerusakan mesin.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Abdurrani SST Mar, temperatur mesin kapal itu di sebelah kiri mendadak naik. Jadi, diperlukan waktu beberapa jam untuk memperbaiki, sekaligus menormalkan suhunya.

Kenaikan suhu mesin itu terjadi ketika kapal tiba di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dari Sabang sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat kejadian itu, sekitar 200-an calon penumpang yang sudah mengantongi tiket tertunda keberangkatannya. Setelah mesin kapal diperbaiki hingga siang, barulah para penumpang KMP BRR bisa berangkat ke Pulau Weh.

Kita ikut prihatin atas kejadian ini, karena sangat merugikan waktu para calon penumpang. Di antara penumpang biasanya banyak turis. Nah, rencana yang sudah mereka rancang pastilah berantakan atau minimal bergeser jauh karena terlambat tiba di pulau wisata itu hingga tiga jam.

Belum lagi, misalnya, karena mesin rusak dan baru tertangani beberapa jam kemudian, itu akan menyebabkan jatah keberangkatan yang sedianya dua kali dalam sehari tak sempat lagi dipenuhi.

Nah, sebagai antisipasi, terutama karena saat ini puasa Ramadhan sudah di ambang pintu, maka amatlah pantas kita ingatkan nakhoda dan awak buah kapal (ABK) agar siaga penuh. Dalam artian, mengoptimalkan pelayanan dan sering-sering mengecek kondisi mesin. Terutama karena, menjelang Ramadhan perantau yang mudik ke Sabang, demikian pula sebaliknya, pastilah ramai. Jangan sampai mereka kecewa karena telantar berjam-jam di pelabuhan gara-gara kapal rusak atau tak laik layar.

Hal ini semakin relevan kita ingatkan, karena kapal roro Tanjung Burang yang biasanya melayari rute Ulee Lheue-Balohan, kini malah sedang naik dok di Belawan, Sumatera Utara. Sudah lebih seminggu.

Dengan demikian, ketergantungan calon penumpang terhadap KMP BRR kini semakin tinggi. Jangan sampai pula kapal feri ini memaksakan diri mengangkut penumpang, terutama kendaraan dan barang melebihi kapasitasnya, terutama menjelang meugang Ramdahan. Kita tak ingin tragedi tenggelamnya KMP Gurita pada tahun 1996, persis menjelang hari meugang puasa, terulang akibat kelebihan penumpang dan barang.

Di tengah situasi krisis kapal lambat ini, kita berharap tiga kapal cepat yang siaga di rute Balohan-Ulee Lheue juga tidak rusak, sehingga bisa mengurangi antrean penumpang, meski kapal-kapal fiber itu tak bisa mengangkut kendaraan maupun barang dalam jumlah besar. (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id